The Mirroring of Life

Archive for July, 2011|Monthly archive page

15 Tahun Yang Lalu

In Uncategorized on 27/07/2011 at 9:45 am

Sabtu, 27 Juli 1996

Sehabis sholat Subuh orang tua dan Kakak sepupu gue pergi untuk menyaksikan aksi mimbar bebas yang diselenggarakan di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI), di jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat. Aksi mimbar bebas yang sudah berjalan 1 bulan ini menjadi ajang konsolidasi PDI Pro Megawati dan pro demokrasi.

Oom gue, salah satu aktivis PDI sudah ada di Kantor DPP PDI dari tanggal 26 Juli, bersama teman – teman aktivis lainnya yang secara bergiliran berjaga – jaga, karena isu sudah tersebar bahwa kantor DPP PDI pro Megawati akan diduduki ratusan bahkan mungkin ribuan massa.

Orang tua gue boncengan dan konvoi sama Kakak sepupu gue. Mereka memang sudah beberapa kali datang ke mimbar bebas ini, dan biasanya mereka bawa mobil dan selalu numpang parkir di kantor DPP PPP yang letaknya tepat disebelah kantor DPP PDI. Ga tau kenapa hari itu mereka ga bawa mobil, mungkin firasat juga kali ya. Harusnya kalau firasat ya ga ngelanjutin pergi, tapi ya sudahlah…

Jam 8.00 mereka tiba ditempat, keadaan didepan kantor DPP sudah ramai oleh aparat keamanan, militer dan polisi, juga beberapa wartawan, dan massa yang berpakaian dan beratribut PDI, entah mana kubu Mega atau yang mana kubu Soerjadi, tidak ada yang tahu. Atau mungkin beberapa massa tersebut adalah aparat.

Pukul 11.00 bentrokan mulai terjadi, pada waktu itu barisan polisi berhadapan langsung dengan massa, sementara pasukan huru hara yang beratributkan tameng dan pentungan berada dibawah jembatan Cikini. Massa sudah mulai tak terkendali, mulai ada yang melempar batu yang menyerbu kantor DPP PDI pro Mega.

Orang tua dan Kakak sepupu gue memutuskan untuk ga masuk lebih dalam ke area depan kantor DPP, tapi keingetan sama Oom gue yang sudah dilokasi dari kemarin, akhirnya Bokap dan Kakak sepupu gue parkir motor didepan BII Megaria. Bokap minta Nyokap untuk tunggu disitu selagi dia cari Oom gue ditengah lemparan batu dari luar dan dalam kantor DPP. Gue yakin pasti situasinya kalut banget waktu itu,  Bokap harus cari adiknya, tapi dia juga ga tega ninggalin Nyokap sendiri didepan BII. Mau ga mau!

Hampir ½ jam Nyokap nunggu didepan BII, sebentar sih tapi kalau keadaan lagi rusuh, ½ jam pasti berasa lama banget. Selagi nunggu Bokap dan Oom gue, Nyokap liat beberapa orang entah dari kubu mana sudah ada yang bakar bis tingkat dan motor. Ternyata motor itu adalah motor Oom gue. Nyokap tambah gelisah liat motor Oom gue sudah hangus.

Massa dan aparat sudah mulai kejar – kejaran kearah RSCM, kondisi Jakarta waktu itu bertambah panas oleh kembali terbakarnya bis PPD dan massa yang mulai berdarah – darah, ternyata diantara massa yang berdarah itu ada Kakak sepupu gue. Kepalanya bocor kena pentung salah satu atau mungkin lebih dari satu aparat.

Syukurnya Kakak sepupu gue bisa keluar dari kurumunanan itu dan lari ke arah BII. Akhirnya mereka berhasil ketemu. Nyokap yang bawa motornya, Bokap dibonceng, tapi mereka tambah kalut lagi karena ga lihat dimana Oom gue yang tadinya dibelakang Bokap. Karena mereka bingung, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi secepat mungkin dari lokasi.

Ngebut diantara kerumunan massa kerusuhan adalah hal yang mustahil, tapi Nyokap tetap maksa terus nerobos ditengah – tengah massa dan aparat yang sedang mengadu pentungan mereka ke arah massa. Ditengah – tengah paniknya situasi yang sudah ga terkendali, tiba – tiba seorang pria naik motor dibelakang Bokap. Kondisi pria itu sudah babak belur, mungkin dia juga bingung mau lari kemana buat nyelametin dirinya. Mungkin dia pikir numpang naik motor sama orang tua gue bisa nyelametin dia dari kepungan aparat, tapi nyatanya sudah naik motor pun pria tadi masih dipentungin sama aparat, nyokap kena pentung dikepala, syukurnya waktu itu dia pake helm. Pecah helmnya! Tapi masih dalam keadaan helm ga lepas dari kepala Nyokap. Syukur Alhamdullillah Nyokap ga kenapa – kenapa. Akhirnya mereka bisa keluar dari kerusuhan dan serbuan aparat.

Karena luka Kakak sepupu gue lumayan parah, kita berhenti dulu di rumah makan Padang. Kakak sepupu gue dan pria tadi ditolong sama orang restoran untuk menghambat kucuran darah yang terus keluar.

Diluar situasi ga semakin baik, tapi tambah memanas. Mereka memutuskan untuk pulang setelah keadaan kepala Kakak sepupu gue sudah bisa sedikit diatasi. Tapi kekhawatiran belum berakhir, mengingat Oom gue yang belum ketemu. Entah firasat atau memang sudah pasrah, mereka akhirnya pulang dan berharap bertemu Oom gue dirumah.

Sorenya mereka kumpul dirumah setelah bawa kakak sepupu gue ke rumah sakit, sambil memantau berita dari televisi. Jam 18.00, Oom gue baru sampai rumah. Rasanya seneng banget bisa lihat dia pulang, karena semua keluarga gue berkumpul dengan cemas nunggu dia. Syukurlah keluarga gue kembali utuh.

Berikut gue kutip sedikit tentang peristiwa 27 Juli 1996.

27 Juli 1996 adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jl Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri.

Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI.

Peristiwa ini meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, khususnya di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, Kramat, sampai Senen.

Soeharto dan pembantu militernya merekayasa Kongres PDI di Medan dan mendudukkan kembali Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI. Rekayasa pemerintahan Orde Baru untuk menggulingkan Megawati itu dilawan pendukung Megawati dengan menggelar mimbar bebas di Kantor DPP PDI.

Seperti Budiman Sudjatmiko serta yang lain, mereka juga terpanggil untuk berbicara di mimbar bebas jalan Diponegoro, di depan kantor PDI, saling memperkuat antara orang-orang yang melawan Soeharto.

Pemerintah Orde Baru kemudian memburu dan menjebloskan para aktivis PRD ke penjara. Budiman Sudjatmiko mendapat hukuman terberat, yakni 13 tahun penjara.

Berita selengkapnya bisa dilihat  disini

Mimbar bebas yang menghadirkan sejumlah tokoh kritis dan aktivis penentang Orde Baru, nyatanya telah
membangkitkan kesadaran kritis rakyat atas perilaku politik Orde Baru. Sehingga ketika terjadi pengambilalihan kantor DPP PDI secara paksa, perlawanan dari rakyat pun terjadi. Namun setelah korban peristiwa 27 Juli 1996 banyak berjatuhan, toh hukum di negara ini tidak bisa menyentuh para penguasa diluar sana yang realitanya menjadi dalang dari peristiwa tersebut.

Tidak hanya dijaman era Orde Baru, era Demokrasi ala SBY pun hukum seperti haram menyentuh para penguasa negeri ini.

Foto ini gue ambil tepat dihari 15 tahun peristiwa 27 Juli 2011

Ah Tukang Laundry

In Uncategorized on 26/07/2011 at 3:00 am

Nada- nada bertalu
Dalam untaian waktu
Masih kuingat gurih ciummu
Pada lidah nafsuku

Malam itu dingin merasuk sembilu
Hangatmu oh membungkus adaku

Satu
Demi satu
Biarkan waktu mengecup inginku

Bibirmu bertaut erat dalam kulumku
Sesaat terdiam kita terpaku
Ah
Ku tak peduli
Kulumat perlahan
Dan nafasmu pun tertahan

Itu dulu
Dua hari yang lalu
Namun kau terus meratu di hatiku
Oh sungguh ku merindu

Tapi tunggu!
Sepertinya itu kamu!
Aku tak tahan
Berlari menyambutmu!

Ah
Ah
Anganku hancur berantakan
Saat satu langkah di hadapan
Bapak memandangku penuh kasihan
“Maaf, mba, mau kasih laundry-an…”

………

In Uncategorized on 18/07/2011 at 7:54 am

Ketika makan adalah hal yang PENTING untuk orang – orang yang hinggap dibawah kolong jembatan, dipinggiran jalan yang penuh debu dan kotoran – kotoran binatang, diselokan – selokan kering yang dijadikannya istana bagi keluarganya.

Namun ketika makan menjadi KEBIASAAN bagi sebagian orang – orang yang biasa menyisakan nasi, daging, ikan, sayur, jagung, cumi – cumi, udang, ayam goreng – bakar, dan dengan tanpa ragu menghempaskan kedalam tong sampah yang bagi orang – orang yang hinggap dibawah kolong jembatan, dipinggiran jalan yang penuh debu dan kotoran – kotoran binatang, diselokan – selokan kering tadi adalah sebagai meja makan mereka. Makanan sisa yang telah disediakan untuk mereka dengan menu mewah walaupun tidak sempurna dan utuh lagi bentuknya, namun cukup sempurna untuk mengganjal kekosongan dari pagi tadi hingga makan malam yang terlalu larut.

Cinta itu Kamu |Moammar Emka

In Uncategorized on 18/07/2011 at 5:33 am

Demi Tuhan, aku mencintai mu dengan semua isi mu

Kamulah yang aku inginkan untuk mengisi kekurangan ku dan menjadikan kelebihan ku begitu tiada artinya tanpa kamu di dalamnya

Jika aku bukan keindahan dalam hidup mu, maka jadikanlah aku penopang dalam sedih mu

Namun janganlah kamu jadikan aku tak berguna dalam isi mu, hingga kamu hapus aku. |Kendi

 

Jika ini memang cinta, aku hanya ingin kamu dalam cinta ini

Maafkan jika cinta ini terdengar seperti memaksa, tapi sungguh cinta ini memang hanya menginginkan kamu

Maafkan jika aku menelanjangi cinta ku sedemikian vulgarnya. |Kendi

 

Kulit ku kering tanpa kelembapan cinta mu

Bibir ini perih tanpa liur mu

Apapun di raga ini takkan berarti tanpa dirimu di isinya. |Kendi

 

Found myself today singing out loud your name, you said I’m crazy,

I’m crazy for you. |Adele

 

Denganmu semua air mata menjadi tawa suka ria

Akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka

Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria

Janganlah kau berpaling dariku, karena kamu cuma satu untukku

Kau satu-satunya dan tak ada dua
apalagi tiga, cuma engkau saja. |Naif

 

Sayang, kalau kamu ga cinta, dustai saja aku

Jangan kamu buat hati ini galau tanpa cintamu

Aku rela kamu dustai, sungguh

Asalkan cintaku kamu. |Kendi

 

 

 

KANGEN II

In Uncategorized on 18/07/2011 at 5:27 am

Kamu disana

Semua terhenti ketika mendengar suaramu diseberang sana

Hilang sekejap kegalauan ku siang ini

Tawa mu menghapus kesepian ku

Ku bayangkan kamu dalam indahnya pikiran ku

Ku bawa melayang bersama kangen ku. |Kendi

 

Tak sabar ingin ku bersandar dan rebah lelap di dadamu

Menumpahkan dan meluluhkan kangen yang bersemayam tak mau padam

Menangis dan tertawa dalam bahagia di atas namamu, seorang. |Moammar Emka

 

Siang ini ku teguk manis dan hangatnya kopi demi mengobati kerinduan akan manis dan hangatnya cintamu. |Kendi

 

Ku relakan diri ini terpuruk menahan kangen

Ku biarkan sakit jiwa ini memeluk rindumu

Tapi tolong, jangan kamu bawa pergi rindu ini dariku.

Biarkan ia menjadi pesakitan dalam diriku, asalkan rindu ini milikku seorang. |Kendi

 

Jangan biarkan rindu ini aku bawa mati Sayang

Ijinkan aku meluruhkannya kepadamu

Akan aku selipkan rindu ini dalam setiap hidangan cinta kita

Agar kita selalu rasakan betapa laparnya kita akan cinta. |Kendi

 

Love wandered inside, stronger than you, stronger than I. |Mariah Carey

 

Sayang, apapun itu, tidak bisa mengobati kangen ini

Hanya kamu, seorang. |Kendi

 

I know you’re somewhere out there

Somewhere far away

I want you back

My neighbors think
I’m crazy

But they don’t understand, you’re all I have. |Bruno Mars

 

 

 

KANGEN I

In Uncategorized on 18/07/2011 at 5:23 am

Kepada kamu, rindu itu. |Moammar Emka

Kerinduan ku terhadap mu menemani ku dalam setiap kesendirian ku

Menyadarkan ku betapa aku sangat mencintaimu dalam setiap aliran nadi ku

Kangen ku tiada pernah terhenti, bahkan ketika aku melihat indah mata mu

Nafas ku adalah hembusan akan nama mu dalam hati ku

Semua tercurah untuk mu

Kuteriakan nama mu ketika hati ini tidak lagi kuat menahan rindu

Maaf jika kerinduan ini terkadang tidak masuk dalam logika mu

Inilah rinduku Sayang. |Kendi

Kucari jejakmu yang terisap kangen tadi malam

Membawa khayalku dalam rindu yang menggamit resah, lalu galau

Gundah menyelinap di balik senyum sederhanamu yang datang bersama gerimis pagi. |Moammar Emka

Kehilangan orang yang tercinta adalah sakit untuk manusia di jagat raya ini

Aku pernah hidup dalam masa itu

Dan tidak satu manusia pun di jagat raya ini yang menginginkan masa itu terulang kembali

Maka aku menginginkan mu untuk hidup dalam jiwa ku selama aku hidup

Jika aku mati, silahkan jika kamu ingin mengisinya dengan siapapun

Asalkan kamu bahagia.|Kendi

Jangan pergi lagi Sayang.

Biarkan kangen ku tercurah hanya kepadamu.|Kendi

Di dekatmu rinduku tumpah.

Mengeja detik yang berlalu dengan kemesraan yang menggugah indah

Memapah bahagia satu demi satu tanpa jengah

Dan rinduku tiba – tiba dipenuhi keindahan yang berlimpah. |Moammar Emka

Rindukan aku ya Sayang. |Kendi

Dibalik Kematian

In Uncategorized on 18/07/2011 at 4:46 am

Ketika kematian datang diantara orang – orang terdekat kita, rasa sedih adalah hal pertama yang kita rasakan. Kesakitan, kerinduan dan kehampaan adalah rasa yang kemudian hari akan menyusup kerelung – relung jiwa dan arteri – arteri darah kita seakan ikut berhenti ketika mengingat semua kenangan – kenangan indah, bahkan pahit sekalipun.

Beberapa waktu lalu, gue pergi ngelawat salah satu sahabat gue – Nuna, yang ditinggal Ayah untuk selamanya. Gue cukup dekat dengan keluarga. Gue dan Nuna dulu satu kampus, kadang – kadang satu kelas kalau ada mata kuliah yang sama, bagajulan bareng, ngerokok bareng, cewawakan bareng, main kartu bareng, main biliar bareng, cabut kuliah bareng, nangis bareng, PKL (Praktek Kerja Lapangan) bareng, dan masih banyak lagi kegiatan – kegiatan yang kita lakuin sama – sama selama kurang lebih 5 tahun. Setelah kerja, semua kegiatan itu rada jarang kita nikmati bersama – sama. Tapi komunikasi tetap jalan dengan baik, dengan adanya BBM & Group BBM. Sahabat gue ini cukup deket sama Ayah. Mungkin karena anak cewek terakhir dikeluarga & temen gue ini belum merit. Almarhum sakit cukup lama, kurang lebih 5 tahunan terhitung mundur dari tahun 2011. Setiap Ayah masuk ke rumah sakit, gue selalu berusaha buat jenguk, cuma yang terakhir bulan Juli ini gue ga sempet jenguk, sampe akhirnya Ayah pergi untuk selamanya. Nyesel ☹

Tuhan sudah kasih jalan yang terbaik buat Ayah disurga. Amin. Ayah pasti senang disana, karena ga harus ngerasain sakit yang selama ini buat beliau ga berdaya dan ga buat lagi orang – orang terkasihnya tersiksa batin lihat Ayah kesakitan.

Pulang dari pemakaman dan rumah duka, gue kirim satu foto yang beberapa waktu lalu gue ambil di Museum Makam Prasasti, Jakarta Pusat. Nisan yang terukir tulisan dalam bahasa Belanda, Rust In Vrede, atau Rest In Peace. Gue kirim foto itu ke sahabat gue. Eh dia balesnya, “Gue kangen Ayah, Ndi” Adoooh salah dah gue! Tapi sebagai sahabat gue harus bisa kasih dorongan buat dia untuk selalu ikhlas, tegar, dan selalu kirim doa – doa terbaik untuk Ayah untuk ngobatin kerinduannya. Easy to say memang, tapi gue rasa semua orang pasti akan ngelakuin hal yang sama. Kita ga mau terus – terusan terpuruk dalam satu lubang yang buat kita semakin jatuh lagi. Ayah pun ga mau lihat anaknya sedih terus menerus meratapi kepergiannya.

Rust in Vrede

Rust in Vrede

Ketika kita pergi kesuatu acara kebahagiaan ataupun kesedihan salah satu kerabat kita, pasti dipertemukan oleh sedikit masa lalu kita.

Seperti ngelayat Ayah kemarin itu, gue ketemu temen kampus, Yudha namanya. Dia mantannya Nuna. Gue ga nanya sih dia datang sama siapa. Pas dia masuk kedalam rumah, dia rada bingung waktu ngeliat Nuna ada didalem & lagi nangis kejer. Ga lama dia keluar & ketemu gue lagi, terus nanya, “Ndi, itu Nuna ya? Yang meninggal bokapnya Nuna?” Lah gue lebih bingung dong! “La elu kesini nyelawat atas siapa kalau bukan Nuna?”

Gue nahan ketawa disaat suasana lagi berkabung. Ternyata istrinya Yudha temen baik ceweknya adiknya Nuna. What a small world ya,,,

Dan lucunya lagi setelah kita pulang dari pemakaman, Nuna cerita sama gue soal Yudha, dia shock liat Yudha salah satu yang gotong keranda Ayah.

“He? Kaget gue si Yudha sampe segitunya inget sama gue dan mau gotongin keranda Ayah pula”, Nuna bilang.

Hadeeeh mau gue ceritain, tapi dia lagi sedih, ga diceritaiin mulut gatel banget. Akhirnya gue ceritain pelan – pelan tentang (incident salah paham Yudha diatas), eeeh dia malah ngakak. Emang dasarnya tu anak perpaduan Srimulat & Ketoprak Humor. Well at least gue bisa ngehibur dia 🙂

With tiny comedy scene diatas, ada hikmahnya juga atas apa yang Yudha lakuin, dia ngelakuin itu semua bukan atas siapa – siapa, tapi karena dia ikhlas mau bantu, and gratefully it helps Nuna to smile again 🙂

Dan ketemu pulalah gue sama junior gue dikampus, kita cerita – cerita masa lalu, sampe akhirnya tukeran PIN BBM. Dan pagi ini terkuak lagi masa lalu yang bikin gue geli abis – abisan. One Night Stand nya gue jaman kuliah dulu ternyata pernah jadi One Night Stand nya dia juga setelah gue *ngoks* dan gue baru tau kejadian ini! What a shame and case close! :p

Dari pengalaman gue, kematian mungkin akhir dari hidup seseorang, tapi bisa juga menjadi cerita bagi setiap orang.

There will be rainbow line in every cloud happened. Stay positive and be strong!

%d bloggers like this: