The Mirroring of Life

Maafkan Broadcast Message

In Uncategorized on 11/08/2011 at 2:09 am

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, khususnya bagi umat muslim diseluruh dunia. Bulan dimana umat muslim berlomba – lomba melipat gandakan pundi – pundi pahala untuk bekal di akhirat nanti. Urusan ibadah kita diterima sama yang Maha Kuasa itu urusan nanti, yang penting bagaimana usaha dan keIKHLASan kita waktu menjalaninnya.

Esensi ketika berpuasa bukan hanya tidak makan & minum sesudah waktu imsak sampai dengan adzan maghrib berkumandang, namun juga mencoba menahan emosi kita ke hal – hal yg lebih bermanfaat, yang biasanya emosi kita dermakan sesuka hati, maka ketika berpuasa dengan memprioritaskan pekerjaan, memusatkan rezeki dalam berbagi, meluangkan waktu untuk saling mengasihi pada sesama, tanpa memandang ras, orientasi seksual, warna kulit dan agama sekalipun, bisa menjadi alternatif yang baik untuk mengalokasikan emosi – emosi tadi.

Puasa juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai waktu, karena waktu sangat berperan penting ketika berpuasa. Ketika menjelang waktu imsak, kita berhenti melakukan aktifitas makan, minum, merokok, dan hal – hal yang dilarang ketika berpuasa, begitupun ketika waktu berbuka tiba, kita tidak ingin telat melepas dahaga dan lapar seharian. Dilanjutkan dengan panggilan sholat Isya & Tarawih, jika tidak ingin melewatkan ceramah – ceramah dimimbar masjid, maka datang tepat waktulah (walaupun gue jarang banget mendengarkan ceramah dimasjid, karena gue sholat Isya & Tarawih dirumah berjamaah sama Bokap 😀 ) Rasanya management waktu lebih terarah ketika dibulan Ramadhan dan semoga saja ini bisa menjadi acuan untuk bulan – bulan selain bulan Ramadhan.

Moment – moment dibulan suci ini harusnya menjadi sangat berharga dan harus dipergunakan semaksimal mungkin dalam proses pembelajaran psikologis dalam hidup, menata kehidupan yang merupakan bagian dari proses mawas diri atau introspeksi dan kesadaran pada kehidupan sosial masyarakat sekitar.

Hingga sampai tiba pada waktu kemenangan. Menuju hari yang fitri serta merayakan kemenangan dari menahan segala napsu dibulan Ramadhan dan mengikhlaskan diri kita untuk memaafkan dan memohon maaf.

Itu teorinya, prakteknya?

“MAAF”, buat gue kata yang simple tapi tidak sesimple itu dalam artinya. Apalagi kalau kita diposisi yang diharuskan meminta maaf. Namun posisi memaafkan juga penting. Kalau iya dimulut tapi ngegrundel dihati sama saja bohong. Emmm…kayaknya dua – duanya punya posisi penting ya.

Jaman teknologi mutakhir seperti sekarang, mohon maaf sama teman dan orang yang kita kasihi yang jauh dari jangkauan tidak cuma bisa lewat telepon & kartu ucapan. Sekarang ada YM, GTalk, Skype, Blackberry Messenger, Email, dll. Kecuali parcel agaknya susah sih ya masuk ke dalam kategori tadi :p eh tapi kali aja sekarang ada yang bisa bikin applikasi parcel elektronik, eh tapi parcel kan bingkisan *halah kusut*

Sebagian teknologi diatas tadi, sekarang mau tidak mau sudah jadi bagian dari hidup kita. Blackberry contohnya, hampir semua umat gue rasa punya itu gadget. Terlebih untuk orang – orang yang mobilitasnya tinggi. Kalau gue sih ga tinggi – tinggi amat, biasa – biasa aja, tapi ya gitulah

Blackberry punya satu fitur applikasi chatting sesama pengguna BB, Blackberry Messenger, yang bisa online kapan saja dimana saja *kalau ada signal ya. Catet!*

Nah didalam apllikasi yang sekarang ini IN banget buat media komunikasi yang praktis, ada fitur untuk Broadcast Message (BM), elo bisa kirim pesan kesemua friend list dengan sekali . Di fitur Blackberry Messenger ini elo ga cuma bisa kirim pesan tertulis tapi juga bisa kirim suara, bisa kirim gambar, bisa kirim file, bisa kirim lokasi, bisa kirim undangan pernikahan pula, tapi sayangnya tidak bisa kirim takjil untuk berbuka puasa 😀

Fitur ini yang jadi salah satu media untuk bermaaf – maafan ketika bulan Ramadhan datang dan Hari Raya Lebaran. Praktis sih memang. Elo tidak harus bayar pulsa lagi untuk kirim pesen, let’s say friend list BBM lo 2000 orang (anyway, bisa ga sih friend list BBM sampe 2000 orang?) Coba kalau jaman dulu belum ada Blackberry, kebayangkan biayanya kalau elo kirim SMS atau kartu ucapan ke 2000 orang (ya mungkin ada sih diluar sana, tapi bukan gue pastinya :p)

Tapi sayangnya fitur ini menurut gue kadang – kadang tidak dipergunakan sebaik – baik niat dan tujuannya. Let’s say Broadcast Message for apologize. Dulu, tepatnya Lebaran tahun lalu, gue BM buat minta maaf ke orang – orang yang ada di list BBM gue. “Maafin gue ya…bla la bla” -> SEND TO ALL -> cring! Keluar deh message berwarna ungu di BB temen gue. Udah deh sehabis itu nunggu jawaban maaf juga dari temen – temen gue. Dibales syukur, ga dibales ya udah, yang penting udah ngirim pesen permintaan maaf.

Hiks! Pathetic!

For me now, it wasn’t a proper way for asking an apologize. Mungkin sebagian orang pengguna Blackberry melakukan hal yang sama kaya gue. Bedanya mungkin di IKHLAS atau tidaknya waktu kita kirim pesan maaf itu.

Is it from your conscience or not? Jujur gue ga tau ikhlas atau ga waktu itu 😦

People make a mistake, but also people are the noblest God’s creature in this universe, so let people pay for the mistakes they’ve made so can be a lesson for all humankind.

Jadi cara gue minta maaf waktu tahun lalu adalah dengan mengirim BM Minta Maaf pas Lebaran which, eventually kayanya tidak etis minta maaf tapi tidak menyisipkan nama temen atau orang yang mau elo kirimkan maaf. Ga dari hati gitu lho kayanya 🙂 padahal friend list BBM gue ga banyak – banyak juga, cuma 122, coba kalau 2000 kaya contoh tadi. Ya 250 sehari lah ya, dicicil dari lebaran H+1 *kusyyyuuuut*

Anyway, this is only my perspective about asking apologize trough Broadcast Message, for anyone who’s still using it, ya monggo – monggo saja.

Maafkan saya Broadcast Message, I’m sorry goodbye…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: