The Mirroring of Life

Which Freedom Are You?

In Uncategorized on 17/08/2011 at 4:47 am

Terhitung sejak di bacakannya Teks PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta, di Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. 66 tahun sudah kita mereguk hasil jerih payah para pejuang – pejuang pendahulu yang memerdekakan bangsa ini dari kedudukan bangsa Jepang.

Lalu apa yang sudah kita berikan untuk bangsa ini, demi menebus darah dan nyawa yang sudah mereka persembahkan demi meraih kemerdekaan bangsa ini?

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang hidup dalam ke Bhinekaan namun tetap Ika. Bhineka Tunggal Ika. Hidup dalam keragaman suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan lain sebagainya namun tetap memiliki satu kesatuan yaitu sebangsa dan setanah air.

Bhineka Tunggal Ika

Bhineka Tunggal Ika

Hidup berdampingan dengan harapan rasa toleransi dan mengesampingkan perbedaan. Harusnya hal ini menjadi indah jika kita sadar, bahwa dari perbedaanlah kita bisa sama dan jika kita ingat bahwa perjuangan pendahulu – pendahulu kita tidaklah melihat perbedaan – perbedaan tadi. Namun justru dari perbedaan itu mereka menyatukan diri untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang MERDEKA!

Harapan untuk hidup berdampingan dengan mencari pemahaman melintasi garis perbedaan dan mengedepankan rasa saling menghargai serta toleransi. Harusnya kita sadar, perbedaan itu indah adanya dan biarkanlah “dia” yang menjadi tali pengikat kita. Jika saja kita mau melihat kembali para pendahulu – pendahulu kita, perjuangan mereka tidaklah dikotak-kotakan oleh perbedaan yang ada. Namun justru dari perbedaan itu mereka menyatukan diri untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang MERDEKA!

MERDEKA! Kata ini melekat di rakyat Indonesia selama 66 tahun lamanya, tapi apakah kita rakyat Indonesia sudah merasakan kemerdekaan disemua aspek kehidupan?

Merah Putih

Merah Putih

Tahun 1999, gue baru masuk kuliah. Rasanya excited banget sama tahun 1999, secara tahun berikutnya adalah tahun 2000. Orang – orang bilangnya tahun millennium. Yang ada dalam benak dan pikiran gue tentang tahun millennium adalah sesuatu yang extraordinary. Sesuatu yang WAH. Mobil – mobil jalannya terbang, jadi Jakarta ga macet, monorail lalu – lalang diatas kita (yang ada sekarang lalu belang pilar – pilar monorail dicorat – coret), tempat – tempat pembuangan sampah langsung menggilas sampah maka tidak terjadinya penumpukan sampah dan menyebabkan banjir. Pokoknya waktu itu gue membayangkan sesuatu yang luar biasa canggih yang bakalan terjadi dikota ini. Tapi kenyataannya sama aja tuh sama tahun – tahun sebelumnya *sigh*

Dulu gue pikir, merdeka itu ya seperti itu tadi. Kurang lebih 😀

Mungkin untuk sebagian saudara – saudara kita yang kurang beruntung diluar sana, merdeka atau tidak merdeka sama saja maknanya. Mereka masih tidur di gerobak yang sama dari tahun ke tahun, minimal rombak sana sini. Makan juga seada – adanya. Ada ya syukur, ga ada ya syukur juga (kali), mungkin kalau hari ini makan, besok libur dulu makannya. Jadi merdekanya selang – seling sehari gitu kali ya?

Pendidikan kurang lebih jauh juga dari rasa merdeka.  Kemerdekaan bangsa ini harusnya bisa memerdekakan juga fasilitas untuk kepentingan belajar mengajar untuk daerah – daerah terpencil (khususnya). Namun pada kenyataannya fasilitas yang harusnya menjadi hak setiap anak untuk belajar tidak dapat dinikmati dengan penuh. Anak bukan hanya menuju pendidikan yang sempurna namun juga pendidikan yang mencerdaskan. Dan ini harusnya ditunjang oleh fasilitas yang memadai. Jadi…apakah mereka yang di Tegal, Lumajang, Purwakarta, Palu, bahkan di Kampung Bali – Jakarta dan masih banyak lagi daerah – daerah di Indonesia yang katanya sudah merdeka ini masih bisa di katakan merdeka ketika harus belajar diruang kelas yang tidak beratap?

Beda lagi sama kemerdekaannya Nazaruddin, eks bendahara umum PD, tersangka kasus suap proyek wisma atlet SEA Games di Palembang yang kemerdekaannya baru saja terampas oleh interpol Kolombia, 7 Agustus 2011. Kemerdekaan yang tadinya mau dinikmati dengan menonton pertandingan bola dunia U – 20 di Bogota, Kolombia, eh gatot sunyoto a.k.a gagal total suntul nyolong arto *……..

Nunun Nurbaeti, nah perempuan yang satu ini masih punya kemerdekaan sepertinya sampai sekarang, walaupun dalam keadaan sakit lupa akut dan “katanya” dirawat di Singapura. Nunun Nurbaeti terkait kasus dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom pada 2004 silam.

Atau payudara Melinda Dee yang terampas hak merdekanya untuk melakukan pemeriksaan intensif, dan tidak bisa terealisasi karena harus menjalani hukuman di penjara 😀

Merdeka itu universal banget artinya. Dalam artian sesungguhnya kita memang sudah merdeka dari penjajahan Jepang, namun setelah kemerdekaan itu di proklamirkan, kita – kitalah rakyat yang harusnya ikut memupuk jiwa nasionalme dan patriotisme dalam diri kita sendiri dalam bentuk apresiasi untuk bangsa ini dengan cara yang sangat luas dan positif harusnya.

Pemerintah bukanlah segalanya untuk memfasilitasi bentuk kemerdekaan untuk rakyatnya, namun justru dengan bantuan rakyatlah pemerintah bisa  mewujudkan kemerdekaan untuk kita semua sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Kemerdekaan versi gue adalah ketika gue bisa menikmati indahnya alam bawah laut di Bali, ketika gue bisa mencicipi makanan khas daerah Bali, Kalimantan, Yogyakarta, Surabaya, Sulawesi, Jawa Barat, Sumatera, dll, ketika gue bisa menghirup pekatnya polusi di Jakarta sewaktu bersepeda, ketika gue kebelet pipis ditengah kemacetan di Jakarta, ketika gue support TIMNAS Sepakbola, Bulutangkis, dan ketika gue bisa menulis dan kehabisan kata – kata tentang betapa besar dan indahnya negeri ini 🙂

Jadi, kemeredekaan macam apa yang sudah elo rasakan dan lakukan selama menghirup kerasnya udara di negeri tercinta Indonesia?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: