The Mirroring of Life

Bahagiakah Saya?

In Uncategorized on 19/10/2011 at 7:57 am

Are you happy enough right now?

Gue Alhamdullillah cukup berbahagia dengan hidup dan lingkungan gue. Gue mencintai hidup, dengan pahit manisnya isi hidup gue. Ibarat kopi, ada manis ada pahit, and I like both. Kuncinya adalah mensyukuri apapun yang sudah Tuhan kasih untuk hidup gue. Sekalipun itu masalah.

Semua makhluk hidup, manusia khususnya ingin hidup bahagia. Hidup bahagia didunia, mati masuk surga 🙂 amiiin

Bahagia dengan pasangannya, bahagia dengan pekerjaannya, bahagia dengan keluarganya, bahagia dengan teman – temannya, bahagia dengan hidupnya, bahagia dengan kejomblooannya, atau mungkin bahagia dengan kegalauannya? 😀  (“Habis galau terbitlah bahagia”) *quote from Ibu Kita Karbitan*

Manusia berhak bahagia. Yes we deserved it!!! Terus yang ga bahagia gimana? Ya dicari. Dimana & gimana cara nyarinya?

Cari pacar? Cari kerjaan yang pas sama keahlian atau sukur – sukur pas sama hobi? Uang? Mungkin…

Uang… Ada banyak orang yang bahagia karena uang (materi) tapi ga sedikit juga yang justru karena materi jadi jauh dari bahagia. Materi bukan segalanya, kalau ternyata kebahagiaan aja ga bisa dirasain.

Gue bukan orang yang bergelimpangan harta dan uang, makanya mungkin gue bisa bicara seperti ini. Untungnya gue bukan orang yang harta minded, cuma ya kalo bisa sih barang – barang ber”brand” (baca: brand minded) *hehehe ga deng*

Orang yang ga punya harta bisa bilang kalau dia ga bahagia karena dia ga punya apa – apa (materi), “Kebahagiaan gue adalah ketika gue punya apapun dan bisa ngelakuin apapun untuk menghidupi hidup ini dengan harta yang gue miliki”.

Well, that’s not wrong.

Orang punya banyak duit akan punya banyak kesempatan untuk menjalani hidupnya dengan kehidupan yang layak (baca: sandang, pangan, papan), dan berhak juga bahagia karenanya, tapi orang yang kehidupannya jauh dari layak siapa tahu mereka lebih bahagia dibanding orang – orang yang kebanyakan duit itu.

Udah banyak contoh diluar sana yang awalnya bahagia karena uang. Gegayaan naik Ferrari, Hummer, eh ujung – ujungnya naik mobil polisi, yang ada kerangkengnya pula. Kebahagiaan semu.

Pepatah bilang, “Harta yang paling berharga adalah keluarga”.

Indeed…

Keluarga, teman, kekasih (kekasih sendiri lho ya bukan kekasih orang lain :D), adalah harta yang tak terhingga nilainya. Diluar sana banyak orang bisa jalan – jalan liburan keluar negeri setahun minimal tiga kali. Pertanyaannya, “Sama siapa lo pergi?” | “Sendiri” | -__-*

Percaya deh… pergi dengan orang – orang yang lo cintai itu lebih enak daripada elo pergi sendiri (kecuali kalo lo emang harus pergi sendiri ya).

Mungkin ga harus keluar negeri, cuma nonton layar tancep (hehehe) tapi kalau perginya sama orang terkasih pasti akan bewda rasanya 😀

Jadi intinya tetep… Kita sebagai manusia berhak untuk bahagia. Mau kaya, mau miskin… yang penting HAPPY!!! *jogetjoget* 🙂

Advertisements
  1. ada bakat nulis juga kamu yaahh, ga nyangka :p

    anyway good advise, like this 😉

  2. Kebahagiaan itu keputusan dari diri sendiri.. Dan itu pilihan! Soook nya gue… Hahahhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: